Tips Mengolah Wadai Bingka agar Lembut dan Tidak Bantat. Wadai bingka merupakan salah satu kue tradisional khas Banjar yang selalu dinanti karena teksturnya yang lembut, legit, dan aroma pandan serta santan yang kental, sering disajikan pada acara keluarga besar maupun hari raya. Kue ini terbuat dari adonan tepung beras, santan, gula, serta telur yang dipanggang perlahan hingga matang merata, namun banyak yang mengeluhkan hasil akhir bantat, keras di luar, atau kurang mengembang meskipun sudah mengikuti resep standar. Padahal rahasia utama terletak pada proporsi bahan yang tepat, teknik mengaduk adonan, serta proses pemanggangan dengan api kecil yang sabar. Di tahun 2026 ini, ketika minat memasak kue tradisional semakin tinggi, menguasai cara mengolah wadai bingka agar lembut dan tidak bantat bisa menjadi kebanggaan tersendiri, terutama saat disajikan hangat dengan teh atau kopi di sore hari. TIPS MASAK
Memilih Bahan dan Mengukur Proporsi dengan Akurat: Tips Mengolah Wadai Bingka agar Lembut dan Tidak Bantat
Langkah awal yang paling menentukan kelembutan wadai bingka adalah pemilihan bahan berkualitas serta pengukuran proporsi yang tepat karena adonan ini sangat sensitif terhadap perubahan jumlah tepung atau santan. Gunakan tepung beras yang baru digiling atau tepung beras halus berkualitas baik agar tekstur lebih lembut dan tidak kasar, lalu santan kental asli dari kelapa tua parut yang diperas dua kali—santan pertama untuk adonan utama dan santan kedua untuk olesan permukaan agar lapisan atas mengkilap. Proporsi ideal biasanya satu bagian tepung beras terhadap tiga bagian santan kental, ditambah gula pasir secukupnya agar tidak terlalu manis, serta telur ayam kampung yang kuningnya pekat untuk warna dan kelembapan ekstra. Jangan mengganti santan dengan santan instan karena kadar airnya lebih tinggi sehingga adonan mudah bantat; gunakan juga garam secukupnya untuk menyeimbangkan rasa manis dan membuat tekstur lebih padat tapi tetap lembut. Campur semua bahan kering terlebih dahulu sebelum dituang santan secara bertahap sambil diaduk perlahan agar tidak ada gumpalan, sehingga adonan homogen dan siap mengembang sempurna saat dipanggang.
Teknik Mengaduk dan Mengistirahatkan Adonan agar Mengembang Maksimal: Tips Mengolah Wadai Bingka agar Lembut dan Tidak Bantat
Mengaduk adonan wadai bingka harus dilakukan dengan teknik yang benar agar udara terperangkap cukup untuk menghasilkan tekstur lembut dan berpori halus tanpa bantat. Kocok telur bersama gula hingga mengembang dan berwarna pucat, lalu masukkan tepung beras secara bertahap sambil diayak agar tidak ada gumpalan, kemudian tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk searah dengan gerakan melipat menggunakan spatula kayu atau whisk agar adonan tidak pecah dan udara tetap terperangkap. Jangan mengaduk terlalu kencang atau terlalu lama karena bisa membuat gluten aktif dan tekstur menjadi kenyal seperti kue bolu biasa; cukup aduk hingga rata dan halus saja. Setelah adonan selesai, diamkan selama minimal 30 menit hingga satu jam di suhu ruang agar tepung beras menyerap santan sepenuhnya dan gluten rileks, sehingga saat dipanggang adonan mengembang merata tanpa retak atau bantat di tengah. Tutup wadah adonan dengan kain bersih agar tidak ada debu masuk tapi tetap bisa bernapas, sehingga proses fermentasi alami kecil terjadi dan aroma pandan lebih keluar saat dipanggang.
Proses Pemanggangan dengan Api Kecil dan Teknik Oles Santan
Pemanggangan adalah tahap penentu akhir agar wadai bingka lembut di dalam dan permukaannya mengkilap keemasan tanpa gosong atau bantat. Siapkan loyang bulat anti lengket yang sudah diolesi minyak tipis atau dialasi daun pisang, lalu panaskan oven atau panggangan arang dengan api kecil-sedang hingga suhu stabil sekitar 160-170 derajat Celsius. Tuang adonan setebal 2-3 cm ke dalam loyang, lalu panggang dengan api bawah terlebih dahulu selama 20-25 menit hingga bagian bawah mulai mengeras, kemudian oles permukaan dengan santan kental yang sudah dicampur sedikit garam dan gula menggunakan kuas agar lapisan atas mengkilap dan tidak retak. Balik loyang sesekali agar panas merata, lalu lanjutkan panggang hingga matang sempurna sekitar 45-60 menit tergantung ketebalan; tes kematangan dengan menusuk tusuk gigi—jika keluar bersih berarti sudah matang. Jangan membuka oven terlalu sering karena suhu turun mendadak dan adonan bisa bantat; biarkan dingin di dalam loyang selama 15 menit sebelum dikeluarkan agar tidak pecah dan tekstur tetap lembut.
Kesimpulan
Mengolah wadai bingka agar lembut dan tidak bantat pada dasarnya bergantung pada tiga hal utama: memilih bahan berkualitas serta mengukur proporsi tepat, mengaduk adonan dengan teknik melipat dan mengistirahatkannya cukup lama, serta memanggang dengan api kecil sambil oles santan secara rutin. Ketiga langkah ini saling mendukung sehingga adonan mengembang merata, tekstur lembut berpori halus, serta aroma pandan dan santan meresap sempurna tanpa bagian yang keras atau bantat. Di tahun 2026 ini, ketika kue tradisional semakin digemari sebagai hidangan rumahan, menguasai tips ini memungkinkan siapa saja menyajikan wadai bingka autentik dengan hasil yang tidak kalah dari buatan langganan. Yang terpenting adalah kesabaran selama proses mengaduk, istirahat adonan, serta pemanggangan karena kue yang baik tidak bisa dibuat terburu-buru. Dengan menerapkan cara-cara tersebut secara konsisten, wadai bingka buatan sendiri bisa menjadi camilan spesial keluarga yang selalu dinanti, memberikan kepuasan tersendiri saat dipotong dan disantap hangat. Selamat mencoba dan semoga wadai bingka selalu berhasil lembut serta harum setiap kali dibuat.